Peraturan Baru FIBA Terkait Shooting & Dribbling 2026: Penjelasan Lengkap Resmi

Published 2026-07-24

Peraturan Baru FIBA Terkait Shooting & Dribbling: Jangan Sampai Melakukan Pelanggaran Karena Salah Memahami Aturan

Perkembangan permainan bola basket modern membuat teknik dribbling dan shooting semakin dinamis. Gerakan seperti hesitation, euro step, spin move, hingga step-back kini menjadi bagian penting dalam permainan di berbagai level kompetisi.

Di sisi lain, FIBA terus melakukan penyempurnaan terhadap aturan permainan agar interpretasi wasit menjadi lebih konsisten di seluruh dunia. Salah satu perubahan penting yang mendapat perhatian pada FIBA Official Basketball Rules 2026 adalah penyempurnaan aturan mengenai dribbling, terutama untuk mengurangi perbedaan interpretasi terhadap kasus double dribble. (About FIBA)

Bagi atlet, pelatih, maupun penyelenggara kompetisi, memahami aturan terbaru bukan sekadar menghindari pelanggaran. Pengetahuan ini juga membantu meningkatkan kualitas permainan, mempercepat proses pembelajaran atlet muda, serta meminimalkan protes terhadap keputusan wasit.


Artikel ini membahas secara lengkap aturan resmi FIBA yang berkaitan dengan shooting dan dribbling, lengkap dengan nomor pasal serta contoh penerapannya di lapangan.


Mengapa FIBA Melakukan Perubahan Aturan?

FIBA secara berkala mengevaluasi aturan permainan melalui Rules Advisory Group, yang terdiri dari perwakilan pelatih, pemain, referee, serta pakar basket internasional.

Tujuan utama perubahan aturan adalah:

  • meningkatkan konsistensi keputusan wasit;

  • mengurangi multitafsir pada situasi permainan;

  • mengikuti perkembangan teknik permainan modern;

  • menjaga permainan tetap adil tanpa mengurangi kecepatan pertandingan. (FIBA Refereeing)


Article 24 – Dribbling Menjadi Salah Satu Perubahan Penting

Perubahan terbesar pada edisi 2026 terdapat pada Article 24 – Dribbling.

Sebelumnya, banyak situasi yang menimbulkan perbedaan penafsiran mengenai kapan seorang pemain dianggap telah kehilangan kontrol bola sehingga boleh kembali melakukan dribble.

Melalui revisi terbaru, FIBA memperjelas bahwa seorang pemain tidak boleh melakukan dribble kedua setelah dribble pertama berakhir, kecuali kehilangan kontrol bola karena salah satu kondisi berikut:

  • melakukan shot for a goal;

  • bola disentuh lawan;

  • bola menyentuh atau disentuh pemain lain setelah sebuah operan atau fumble.

Perubahan redaksi ini dibuat untuk menghilangkan inkonsistensi dalam penilaian double dribble di berbagai pertandingan internasional. (Cloudinary)


Apa Itu Double Dribble?

Double dribble terjadi ketika pemain:

  1. mengakhiri dribble,

  2. kembali menguasai bola,

  3. kemudian memulai dribble baru tanpa memenuhi syarat yang diperbolehkan dalam aturan.

Contoh pelanggaran:

  • berhenti menggiring bola,

  • memegang bola dengan dua tangan,

  • kemudian kembali menggiring.

Situasi tersebut tetap merupakan double dribble violation.


Situasi yang Masih Dianggap Legal

Tidak semua sentuhan ulang terhadap bola dianggap pelanggaran.

Misalnya:

  • pemain melakukan tembakan;

  • bola mengenai ring atau papan;

  • pemain kembali menguasai rebound.

Dalam kondisi ini pemain diperbolehkan kembali melakukan dribble karena dribble sebelumnya telah berakhir akibat usaha melakukan tembakan.

Demikian pula ketika bola disentuh lawan atau pemain lain sebelum kembali dikuasai.


Interpretasi Resmi FIBA Mengenai Bola yang Dipantulkan ke Backboard

Salah satu interpretasi menarik terdapat pada Official Basketball Rules Interpretations (OBRI) Article 24.

Contohnya:

Seorang pemain belum melakukan dribble, kemudian dengan sengaja melempar bola ke papan pantul dan menangkapnya kembali sebelum disentuh pemain lain.

Situasi tersebut legal.

Namun apabila pemain sudah mengakhiri dribble, kemudian sengaja melempar bola ke papan dan memulai dribble kembali setelah bola memantul ke lantai, maka tindakan tersebut merupakan double dribble violation. (FIBA Refereeing)

Interpretasi seperti ini sering muncul dalam pertandingan level nasional maupun internasional.


Shooting Tidak Mengalami Perubahan Besar, Tetapi Tetap Memiliki Aturan Penting

Walaupun tidak terdapat perubahan signifikan mengenai teknik shooting pada edisi 2026, beberapa pasal tetap menjadi acuan utama.

Article 15 – Player in the Act of Shooting

Pasal ini menjelaskan kapan seorang pemain dianggap sedang melakukan gerakan menembak.

Hal ini sangat penting karena menentukan:

  • apakah foul menghasilkan free throw,

  • apakah basket tetap dihitung,

  • apakah pelanggaran terjadi sebelum atau sesudah pemain melakukan shooting.

Interpretasi "act of shooting" menjadi salah satu keputusan yang paling sering digunakan referee dalam pertandingan internasional. (FIBA Refereeing)


Article 16 – Goal: When Made and Its Value

Pasal ini mengatur kapan sebuah tembakan dinyatakan sah.

Secara umum:

  • bola harus masuk melalui ring dari atas;

  • nilai tembakan ditentukan berdasarkan posisi kedua kaki penembak ketika bola dilepaskan;

  • tembakan tiga angka hanya berlaku apabila kedua kaki belum menyentuh garis tiga poin saat release dilakukan.

Aturan ini juga menjadi dasar penggunaan Instant Replay pada pertandingan tingkat tinggi.


Hubungan Dribbling dengan Travelling

Kesalahan yang sering terjadi bukan hanya double dribble, tetapi juga travelling.

FIBA menjelaskan aturan travelling melalui Article 25.

Banyak pemain mengira mereka bebas mengambil langkah tanpa batas setelah menangkap bola.

Padahal aturan FIBA tetap menggunakan konsep:

  • memperoleh kontrol bola,

  • menentukan pivot,

  • maksimal dua langkah saat berhenti, passing, atau shooting sesuai kondisi yang diatur.

Kesalahan memahami urutan kontrol bola sering menyebabkan pelanggaran travelling, terutama ketika melakukan euro step atau layup. (Cloudinary)


Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemain

Beberapa pelanggaran yang paling sering ditemui pada level sekolah hingga kompetisi daerah antara lain:

1. Menghentikan dribble lalu menggiring kembali

Ini merupakan bentuk double dribble yang paling umum.

2. Membawa bola di bawah telapak tangan

Selama melakukan dribble, pemain tidak diperbolehkan membawa bola dengan posisi tangan berada di bawah bola (carrying). Aturan ini dijelaskan dalam Article 24. (Cloudinary)

3. Salah memahami gather sebelum layup

Pemain sering mengambil langkah lebih banyak karena salah menentukan kapan kontrol bola dimulai.

4. Mengira semua kontak saat shooting adalah foul

Tidak semua kontak menghasilkan free throw. Wasit akan melihat apakah pemain benar-benar sudah berada dalam act of shooting sesuai Article 15.


Dampak Bagi Pelatih

Pelatih sebaiknya mulai menyesuaikan materi latihan.

Beberapa fokus latihan yang disarankan antara lain:

  • kontrol dribble tanpa carrying;

  • latihan pengambilan keputusan sebelum menghentikan dribble;

  • simulasi euro step sesuai aturan FIBA;

  • latihan shooting dengan memahami timing release;

  • simulasi game situation bersama referee.

Pendekatan ini akan mengurangi turnover akibat pelanggaran dasar yang sebenarnya dapat dihindari.


Dampak Bagi Penyelenggara Event

Bagi penyelenggara turnamen, memahami aturan terbaru juga sangat penting.

Official pertandingan, table official, hingga referee perlu menggunakan referensi aturan yang sama agar keputusan di lapangan konsisten.

Dengan penggunaan sistem statistik pertandingan yang baik, penyelenggara juga dapat mengevaluasi jumlah turnover akibat travelling maupun double dribble untuk dijadikan bahan pembinaan atlet pada kompetisi berikutnya.


Mengapa Pemain Harus Memahami Aturan, Bukan Hanya Teknik?

Banyak pemain memiliki kemampuan dribble dan shooting yang baik, tetapi kehilangan poin karena melakukan pelanggaran sederhana.

Memahami aturan memberikan beberapa keuntungan:

  • mengurangi turnover;

  • meningkatkan efisiensi serangan;

  • mempermudah komunikasi dengan wasit;

  • meningkatkan kualitas pengambilan keputusan;

  • membantu pemain beradaptasi pada kompetisi internasional.

Pada level kompetitif, pemahaman aturan sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.


Kesimpulan

Perubahan FIBA Official Basketball Rules 2026 menunjukkan bahwa organisasi basket dunia terus menyempurnakan aturan agar permainan semakin konsisten dan mudah dipahami. Revisi pada Article 24 – Dribbling memperjelas kondisi kapan seorang pemain dianggap kehilangan kontrol bola sehingga dapat mengurangi perbedaan interpretasi mengenai double dribble. Sementara itu, Article 15 (Player in the Act of Shooting), Article 16 (Goal: When Made and Its Value), dan Article 25 (Travelling) tetap menjadi fondasi penting dalam menentukan legalitas gerakan shooting dan dribbling. (Cloudinary)

Bagi pemain, pelatih, maupun penyelenggara kompetisi, memahami aturan terbaru merupakan bagian dari pengembangan kualitas permainan. Dengan menguasai teknik sekaligus memahami regulasi resmi FIBA, setiap pertandingan dapat berlangsung lebih sportif, efisien, dan minim kontroversi.