Cahaya Blue Star GLORIA Tak Sedikitpun Silaukan SINLUI!

Published 2023-08-26

SMAK ST. LOUIS 1 Menjadi Juara ke-5 kalinya di DBL Surabaya 2023

SURABAYA - Gelaran Final DBL Surabaya 2023 di DBL Arena akhirnya pertemukan sang Juara Bertahan SMAK St. Louis 1(4x Juara) dengan si Favourite Juara semua orang yakni SMA Gloria 1 Surabaya. Menilik dari komparasi kedua tim, komposisi pemain hingga statistik kedua tim. Mereka adalah salah 2 dari tim SMA yang belum terkalahkan sepanjang gelaran DBL Surabaya 2023.

Gloria 1 datang dengan penuh percaya diri dan terlihat menikmati pemanggilan pemain satu persatu oleh MC saat opening Final. Lain hal-nya dengan Sinlui yang datang dengan aura yang penuh keseriusan ketika terjadi pemanggilan pemain, tidak ada ekspresi seakan mereka senang dsb, hanya ekspresi datang dengan tatapan seperti kawanan Singa yang siap menerkam mangsanya.

Sejak bola jump ball dilemparkan oleh Wasit pertandingan, para penggawa SMAK St. Louis 1 menerapkan strategi defense yang berbeda dari biasanya, mereka tentu masih melakukan Full Press, namun kali ini tanpa Trap. Walaupun sekali dua kali ketika di half-court mereka suka melakukan trapping mendadak di corner. Hal ini menuai reaksi menarik dari Offense tim Gloria 1, bagaimana mereka sepanjang awal quarter bermain begitu keras dan cepat agar tidak terkena trap(jebakan) dadakan dari tim peraih The Best Defensive Team DBL Surabaya 2023, SMAK St. Louis 1 Surabaya(mereka juga meraih The Best Offensive Team).

Bagi kami, para penonton. Kami berharap banyak pada penampilan Gloria 1, agar nantinya mereka mampu menghentikan dominasi Sinlui, karna banyak yang beranggapan bahwa Sinlui tampil di Final sudah terlalu sering dan kerap dianggap TIDAK SERU LAGI. Namun sayang seribu sayang, Blue Star Gloria tak mampu menyilaukan Sinlui dengan gempuran-gempuran offense mereka, justru terkesan offense mereka tak menemukan sasaran dan kerap menjadi boomerang sendiri karna buruknya transisi defense pada setiap tembakan yang tak menemukan sasaran.

Sinlui seperti tahu semua kartu dari Gloria 1, dan sudah menemukan Kryptonite untuk menghentikan flow offense Gloria 1. Hal ini juga terjadi pada offense Sinlui, yang selalu menemukan celah dari second chance point/ bahkan dari midrange jumper. Buruknya akurasi Gloria 1 dan Lapar-nya para pemain St. Louis 1 dalam defense adalah contoh bahwa menjadi "Good" saja tidak cukup, kita harus menjadi "Great" seperti cara DEFENSE Sinlui. SMAK St. Louis 1 melakukan Match Up yang unik kepada pemain kunci SMA Gloria 1, Seperti Cliffton yang tak jauh-jauh dari paint area dan menjadi Benteng pertahanan Sinlui, Cliffton selalu melakukan Swicth kepada Down Screen yang datang dan membuat bingung offense Gloria 1 yang ingin menggesernya dari area bawah ring! Yup bingung! 

Gloria 1 tak menemukan sedikitpun cara mengeksploitasi minimnya size guard Sinlui, atau menghentikan tusukan-tusukan maut dari Justin Patrick hingga serangan-serangan fast break dan second chance point pun tidak sanggup mereka bendung, pada akhirnya SMAK St. Louis 1 menang telak 64-46 atas Gloria 1 Surabaya.

Momentum Gloria 1 sirna di Q3 ketika Sinlui berhasil menutup Q3 dengan running score 18-10, hal ini berlanjut di Q4. Sinlui tetap melesat jauh dengan 14-9. Amunisi Sinlui yang tak habis-habis ini juga menunjukkan mental Juara itu nyata, bahwa Traidisi Juara itu juga menentukan cara dan mindset setiap individu di dalam tim. Gesture ketika mereka tertinggal/ ketika mereka unggul, kepercayaan diri, sampai tingkat ke-HUSTLE'an pemain Sinlui ini patut kita cermati.

Lantas, adakah cara untuk menghentikan Dominasi SMAK St. Louis 1 Surabaya di seri Surabaya? Akankah Sinlui menjadi Juara di Championship Series se-Jawa Timur untuk ke-5 kalinya juga? 

We never know..


 Liputan oleh Wisnu Raditya